Mitos, adat, dan kisah yang mengakar di tanah Piaman — asal dari nama Kalam, keadaan gelap menjelang malam.
Setiap tahun di Pariaman, sebuah usungan raksasa diarak lalu dilarung ke laut. Inilah kisah Tabuik — perkawinan duka Karbala dengan tanah Minang.
Menelusuri kisah Syekh Burhanuddin Ulakan, sang pembawa Tarekat Shatariyah yang mengubah wajah pendidikan Islam melalui tradisi surau di Minangkabau.
Menelusuri romantika Kota Pariaman, dari kejayaan pelabuhan emas di masa silam hingga kemeriahan ritual Tabuik yang melegenda.
Menelusuri filosofi, sejarah, dan ikatan batin para perantau Minangkabau yang membawa identitas budayanya melintasi batas negara.
Perjalanan menyusuri harmoni alam, spiritualitas, dan sisa sejarah yang terbentang di sepanjang pesisir hingga perbukitan Padang Pariaman.
Menelusuri jejak Gebu Minang, wadah bagi para perantau Minangkabau dalam menyatukan potensi ekonomi dan menjaga akar budaya demi kemajuan kampung halaman.
Menguak filosofi unik di balik penamaan wilayah 2x11 Enam Lingkung, sebuah perpaduan antara tatanan adat suku dan kekuasaan raja di Padang Pariaman.
Menelusuri magis dan melodi Saluang, alat musik tiup Minangkabau yang mampu merangkum duka, cinta, hingga mantra dalam satu hembusan napas.
Menelusuri makna mendalam di balik arsitektur Rumah Gadang, dari simbol matrilineal hingga rahasia kayu yang terendam tahunan.
Menelusuri filosofi Indang Piaman, kesenian tutur dari pesisir Sumatera Barat yang memadukan dakwah Islam dengan ritme rapai yang menghanyutkan.
Menelusuri jejak Lubuk Alung, dari misteri kedalaman sungai yang menjadi asal nama, hingga perannya sebagai jantung ekonomi Padang Pariaman.
Menelusuri harmoni alam dan sejarah Padang Pariaman, dari makna nama yang menenangkan hingga ketangguhan masyarakatnya menghadapi ujian alam.
Menelusuri jejak surau di Minangkabau sebagai ruang transisi pendewasaan lelaki dan pusat transmisi ilmu agama yang membentuk karakter masyarakat.
Menelusuri Pacu Jawi, tradisi pasca-panen Minangkabau yang memadukan ketangkasan sapi, keberanian joki, dan filosofi tentang jalan yang lurus.
Menelusuri sejarah dan makna Tabut, ritual peringatan syahidnya Husein bin Ali yang berkelana dari Irak hingga menetap di Bengkulu dan Pariaman.
Menelusuri filosofi dan cita rasa Nasi Sek, kuliner sederhana khas Pariaman yang menawarkan kehangatan dalam balutan daun pisang.
Menyelami filosofi dan harmoni talempong, instrumen pukul Minangkabau yang menjadi ruh dalam setiap perayaan adat dan tarian tradisional.
Sebuah perjalanan menyusuri sisi timur Kota Pariaman, tempat desa-desa dan nagari menjaga harmoni antara alam dan tradisi Minangkabau.
Menelusuri jejak rasa Sala Lauak, kudapan bulat emas khas Pariaman yang memadukan gurihnya ikan dan hangatnya rempah pesisir.
Mengupas filosofi kekeluargaan, seni penyajian, dan ketangguhan diaspora Minangkabau melalui kuliner yang mendunia.
Menelusuri filosofi Adat Minangkabau yang memadukan garis ibu, kearifan lokal, dan syariat Islam dalam bingkai kehidupan bermasyarakat yang komunal.
Menelusuri filosofi saluang, alat musik bambu Minangkabau yang mampu memikat jiwa melalui teknik napas tanpa putus dan melodi yang menyentuh kalbu.
Sebuah perjalanan mengenal denyut kehidupan masyarakat VII Koto Sungai Sarik, tanah subur di Padang Pariaman yang menjaga harmoni antara alam dan tradisi.
Menelusuri jejak Randai, seni pertunjukan komunal Minangkabau yang memadukan gerak silat, dendang, dan tutur kaba dalam satu lingkaran harmoni.